Work for hire — jangan kehilangan hak kode di kontrak klien
Di MSA ala AS sering ada work made for hire. Artinya default: semua yang Anda buat di bawah deal — milik klien sejak diciptakan.
Anda kira «jual proyek» — padahal mungkin menyerahkan library dan toolkit selamanya.
Work for hire vs assignment
| Work for hire | Assignment | |
|---|---|---|
| Kapan | Kategori hukum AS | Berdasarkan teks kontrak |
| Di MSA | Sering keduanya | «Assign all right, title and interest» |
| Risiko | Lebih luas dari kelihatan | Bisa mencakup background IP |
Cari keduanya di bagian Intellectual Property.
Jebakan background IP
Anda «mempertahankan» kode lama tapi memberi lisensi gratis abadi untuk apapun yang dibutuhkan deliverables — klien bisa pakai framework Anda di produk lain.
Minta: lisensi sempit — produk ini saja, tanpa exclusive sublicense.
Jaminan open source
Anda menjamin tidak ada OSS yang memaksa disclosure kode proprietary klien — berbahaya jika dependency bukan tanggung jawab Anda sendiri.
Norma: daftar OSS di lampiran, approval lisensi baru.
Portofolio
Dapatkan carve-out portofolio tertulis kecuali NDA melarang.
Checklist sebelum tanda tangan
- Work for hire — ya/tidak
- Background IP dilisensikan?
- Eksklusif?
- Reuse modul di proyek lain?
- Portofolio diizinkan?
Unggah MSA ke Contractoor — IP muncul di blok risiko. 3 analisis gratis.
Materi informasi, bukan nasihat hukum.